Kasus Penistaan Agama Ahok - Ada hal yang cukup mengejutkan terkait tuduhan penistaan agama yang dilayangkan kepada Ahok. Hasil survey, mayoritas masyarakat tidak tahu persis soal ucapan calon Gubernur DKI Jakarta petahana Basuki Tjahaja Purnama yang dianggap menista agama.
Hal ini mengacu pada hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting yang dirilis Kamis (8/12/2016).
Sejumlah 88,5 persen responden menjawab tidak tahu persis bagaimana ucapan Ahok di Kepulauan Seribu yang mengutip surat Al-Maidah ayat 51.
Hal ini mengacu pada hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting yang dirilis Kamis (8/12/2016).
Sejumlah 88,5 persen responden menjawab tidak tahu persis bagaimana ucapan Ahok di Kepulauan Seribu yang mengutip surat Al-Maidah ayat 51.
Data tersebut sejalan dengan banyaknya responden yang juga belum pernah menonton langsung video pidato Ahok di Kepulauan Seribu, yakni sebesar 87,1 responden.
Saiful Munjani menjelaskan bahwa bisa diartikan bahwa masyarakat hanya mengetahui dari pemberitaan melalui orang lain, atau dari mulut ke mulut.
Kemudian, banyak masyarakat yang bisa menyimpulkan bahwa Ahok melakukan penistaan agama, meskipun tidak tahu pasti atau pun pernah melihat langsung video pidato Ahok yang mengutip pasal Al-Maidah.
Sebanyak 45,2 % responden menyatakan setuju bahwa Ahok sudah menistakan agama. Sebanyak 21,5 % responden mengaku tidak setuju. Dan yang menawab tidak tahu ada 33,3 %.
Kemudian, banyak masyarakat yang bisa menyimpulkan bahwa Ahok melakukan penistaan agama, meskipun tidak tahu pasti atau pun pernah melihat langsung video pidato Ahok yang mengutip pasal Al-Maidah.
Sebanyak 45,2 % responden menyatakan setuju bahwa Ahok sudah menistakan agama. Sebanyak 21,5 % responden mengaku tidak setuju. Dan yang menawab tidak tahu ada 33,3 %.
Populasi survei ini diambil dari seluruh warga negara Indonesia yang mempunyai hak pilih, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih atau sudah menikah.
Dari populasi itu dipilih secara random sebesar 1.220 responden. Responden yang dapat diwawancarai secara valid sebanyak 1.012 atau 83 persen.
Sementara margin of error plus minus 3,1 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Waktu wawancara lapangan adalah pada 22-28 November.
Sumber: kompas.com
