Laporan sejumlah pendukung presiden Jokowi mengatas namakan Projo dan
Laskar Rakyat Jokowi (LRJ) terkait dugaan pengehinaan dan pelecehan
terhadap Presiden Jokowi dalam demo 4 November lalu berbuntut panjang.
Pasalnya konser Dewa 19 yang rencanakan akan diselenggarakan di dua kota
Jakarta (9 November) dan di Palembang (11 November) di batalkan secara
sepihak oleh pihak promotor karena izin konsernya dicabut oleh pihak
kepolisian.
Hal itu diungkapkan Ahmad Dhani saat ditemui di kediamannya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin (7/11).
![]() |
Konser Dewa 19 Dicabut Izinnya oleh Pihak Kepolisian |
"Gara-gara kasus ini (laporan Projo dan LRJ), konser Dewa yang
rencananya akan diselenggarakan di Jakarta tanggal 9 November dan di
Palembang 11 November di batalkan sepihak oleh pihak promotor karena
polisi mencabut izin konsernya. Saya nggak tahu kenapa dilarang sama
Polisi. Itu kan konser Dewa eksklusif, tiketnya di atas Rp 1 juta, bukan
konser di lapangan," ungkap Dhani.
Ditambahkan pentolan group band Dewa 19 itu, pihak promotor
membatalkan konser Dewa lantaran merasa adanya tekanan dari kepolisian
karena dianggap melecehkan simbol negara. Hal itu tentunya membuat Dhani
berang lantaran hal itu sama saja seperti membunuh karakter dirinya.
"Tidak ada izin dari polisi, tiba-tiba polisi mencabut izinnya.
Karena ada tekanan dari Projo katanya polisi. Itu kan sama saja membunuh
karakter saya. Mereka melaporkan saya untuk mencari sensasi berita
saja. Karena sudah terbukti sekarang, saya rugi," lanjutnya.
Meski enggan merinci berapa besar kerugian, Dhani meminta agar masalah politik jangan disangkut pautkan dengan masalah seni.
"Kalau ditanya kerugiannya berapa, yang pasti lebih mahal dari Slank
lah. Baru dua konser ini (yang batal), tanggal 9 di Jakarta, tanggal 11
di Palembang. Itu November. Kami nggak tahu show Dewa yang Desember,"
tutupnya.
Sumber: beritasatu.com
